Kamis, 02 Juni 2016

BAZAR PUPUK ORGANIK, AJAK WARGA MENFAATKAN ALAM


Sejumlah Kreasi pupuk Organik buatan Masyarakat Dusun Paluombo Desa Sumbersalak dipamerkan dalam rangka pameran organik yang dilaksanakan oleh Kelompok Pendamping pertanian di halaman parkir yayasan Nuruz Zaman, Minggu, 15 Mei 2016 lalu

Dalam keterangannya, M. Rasyid mengatakan, dilaksanakannya pameran pertanian Organik ini menyadarkan kepada masyarakat agar kembali kepada alam dan tumbuhan di sekitar  dan memanfaatkan pemberian Tuhan agar dimanfaat sebaik baiknya oleh masyarakat. Tidak lupa dia berterima kasih kepada semua pihak yang ikut andil dalam kegiatan ini. “ Saya berterima kasih kepada semua pihak yang ikut andil dalam kegiatan ini’’ Kata Rasyid dalam sambutannya

Menurut Uly,  ketua pendamping pertanian Organik, bahwa kegiatan pameran pupuk organik ini yang dilaksanakan oleh kelompok ibu ibu yang berskala kecil dari Rumah tangga. Dia berharap agar pameran yang di beri tema Menuju Pertanian yang berkelanjutan ini para petani bisa belajar dari kegiatan organik tanpa bahan kimia, dan harus dimulai dari skala rumah tangga. “ kedepan semoga dusun Paluombo desa Sumbersalak menjadi sentral Organik organik dan bisa menjadi pusat Agrowisata dikabupaten Jember. Kata Uly mengakhiri sambutannya

Acara yang di buka oleh bapak Rahmanto dari UPTD Pertanian Silo ini berlangsung meriah, pasalnya terdapat beberapa stand yang dibagi menjadi beberapa Kelompok , seperti kelompok cangkang telur, kelompok ini memamerkan pruduk dari limbah kulit telur  yang kemudian di kemas menjadi pupuk Organik dalam bentuk sasetan.  Juga ada  kelompok Banana kelompok ini memamerkan hasil produknya berupa pupuk cair organik yang terbuat dari batang pohon pisang yang kemudian dikemas dalam limbah botol  Minuman Mineral , kemudian juga ada kelompok Zarka, kelompok ini memamerkan beberapa tanaman sayuran organik, selain itu jaga ada kelompok Pepaya kelompok ini memamerkan berupa pupuk dan pestisida Organik yang sangat cocok bagi semua tanaman. Dan beberapa kelompok lainnya yang memarkan produk hasil bumi dan beberapa tanaman dari Organik.

Dalam sambutannya perwakilan dari UPTD Pertanian Silo ini mengapresiasi setingginya terhadap kegiatan ini dan dia mengakui bahwa desa sumbersalak sangat berpotensi untuk dijadikan agro pertanian khususnya pertanian organik karena tersedianya beberapa air yang masih alami yang bersumber langsung dari perut bumi dan juga tersedianya beberapa tanaman hijau  di sekitar. Selain itu dirinya siap untuk dijadikan patner dalam kegiatan pendampingan pertanian Organik. “ Kami dari UPTD Pertanian Silo siap berpatner dan bekerjasama dengan beberapa kelompok pertanian khususnya kelompok yang ada disini. Dan kami siap jika diajak kerjasama dalam bentuk pertanian ” tutup Rahmanto. (Iwan Tires)



Sabtu, 07 Mei 2016

SAVE OUR SISTER “ #NYALAUNTUKYY”


Puluhan pemuda Desa  Sumbersalak  yang tergabung dalam Team Redaksi Sumbersalak (Tires) ikut prihatin terhadap gadis SMP bengkulu  yang  tewas setelah diperkosa dan dibunuh secara keji oleh 14 pemuda. Mereka berdoa  dan membentangkan lembaran dalam kertas yang bertuliskan #NYALAUNTUKYY. Jum’at, 06/2016
"Ini merupakan bentuk solidaritas kita karena kasus YY ini merupakan satu dari sekian kasus yang ada," kata Iwan, Pimpinan Umum Tires.
Terhadap kasus YY, Pentolan Tires ini, mendesak agar 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuh YY untuk segera diadili dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Ia mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak jangan hanya dianggap sebagai kasus kekerasan seksual bisa. Tetapi ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan segera.
"Terus terang saja kita sudah lelah  dan bosan dengan kasus yang terjadi di depan mata kita, namun hukuman yang diberikan tidak setimpal dengan apa yang mereka perbuat," lanjut Iwan.
Menurut dia, pemerintah harus menyegerakan ini sehingga pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Sebab, selama ini dirinya menilai belum ada payung hukum yang jelas untuk melindungi korban kekerasan seksual.



Jumat, 06 Mei 2016

BELAJAR BERSAMA MEMBRANTAS PENGARUH MIRAS

Meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan Minuman Keras  di kalangan remaja khususnya kepada para pelajar sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab sudah banyak para pelajar menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, pencegahan mulai sejak dini harus dilakukan. Hal itu ditegaskan oleh Sisillia Vellayanti, saat memberikan materi penyuluhan dan pencegahan peredaran narkoba di hadapan sekitar 50 pelajar dari MTs Desa Sumbersalak  yang diselenggarakan di Auditorium Mts Nuruzzaman,Sabtu (16/04) pagi.
Sisil menjelaskan, saat ini sudah banyak kalangan pelajar terintimidasi kecanduan terhadap penyalahgunaan narkoba. Saat ini obat untuk menyembuhkan orang kecanduan barang haram itu tidak ada. Akan tetapi, hanya ada satu cara dengan direhabilitasi.
“Awal  seseorang pemakaian narkoba dimulai dengan menghisap rokok. dengan merokok inilah kita bisa terkena pemakian narkoba. Awalnya mencari tahu, kemudian ingin tahu, selanjutnya ingin merasakan dan akhirnya  kecanduan”. Terangnya.
Mahasiswa Lulusan Universitas Brawijaya ini berharap, agar siswa Mts Nuruzzaman  bisa mengendalikan diri terhadap peredaran  narkoba dan pengaruh miras. Tidak itu saja, para siswa pun harus bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya dalam penggunaan Minuman Keras. “Mudah-mudahan setelah belajar bersama ini anak-anak generasi penerus Bangsa bisa mengendalikan diri dari godaan bahaya narkoba”. harap Sisil. (One Tires)

SI BOLANG TEMUKAN ULAR BERBISA DI AIR TERJUN ANJASMORO

Sumbersalak- Team Trans 7 khususnyakru dari program  Si  Bocah Petualang (SiBolang) melakukan syuting di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Tokoh atau pemeran Si bolang itu sendiri merupakan anak-anak dari beberapa SD di Ledokombo diantaranya Kevin dari SDN Sumberlesung 01 yang berperan menjadi Sibolang dan di bantu oleh Fatir Dkk . Team Trans 7 sendiri didampingi oleh beberapa crew dari si Bolang, Selain itu Direktur Tanoker Ledokombo, Suporahadjo juga banyak membantu selama proses syuting Si Bolang di beberapa tempat di kecamatan Ledokombo.
Program ini merupakan hari kelima setelah mengambil beberapa adegan sibolang di beberapa tempat di ledokombo diantaranya bermainan Egrang dan antraksi perkusi Di tanoker Ledokombo, bermain River ban Tubing di Desa sumberbulus kemudian dilanjutkan dengan bermain di Pololumpur Di desa Sumberlesung dan terakhir di beberapa lokasi disumbersalak diantaranya di beberapa air terjun yakni Air Terjun Anjasmoro dan Air Terjun Damar Wulan. Di lokasi air terjun tersebut, si Bolang dkk melakukan adegan membelah buah pepaya, kemudian buah pepaya tersebut di buat sabun untuk mandi di air Terjun Anjasmoro, kemudian pepaya tersebut dimakan bersama. Setelah selesai melakukan adegan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penemuan Ular di pematang sawah dan kemudian ular tersebut dilepaskan kembali ke habitatnya
Dipilihnya Desa Sumbersalak untuk dijadikan lokasi syuting untuk program acara Si Bolang karena Desa trersebut kaya akan sumber daya alam yang tergolong masih asri dan masih terjaga.( Tires)

WAKIL BUPATI JEMBER AJAK WARGA SUMBERSALAK PERANGI NARKOBA

Mendengarkan ceramah agama untuk mempertebal keimanan adalah cara warga sumbersalak untuk menyambut peringatan Isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW sekaligus  Haflatul Imtihan Madrasah Diniyah Quwatul Islam yang dikemas dalam pengajian


Acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Desa  Sumbersalak dan beberapa anggota pengajian dari berbagai majelis taklim ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah KH. Badrus Sholeh asal  tanggul Jember yang dilaksanakan halaman parkir Masjid Quwatul Islam, Minggu (24/04/2016) kemarin.
Tampak hadir dalam acara tersebut , Wakil Bupati Jember Drs KH. Muqiet Arief, Camat Ledokombo Hery Setiawan,Kepala desa Sumbersalak Abdul Haki, serta   beberapa Tokoh Agama dan tokoh masyarakat
Ketua Panitia Mulyono, mengatakan, pengajian ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat. Dan juga dia menyampaikan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat yang ikut serta mensukseskan acara pengajian Isro’ mi’roj yang kemudian di rangkai haflatul imtihan di TPQ  Quwatul Islam ini.
Abdul Muqiet Arief,wakil Bupati Jember dalam sambutannya, menghimbau agar warga masyarakat sumbersalak meneladani perjuangan dan tingkah laku Nabi Muhammad. Selain itu dia juga menghimbau agar menjahui narkoba dan sejenisnya
“ Janganlah sekali kali mencoba untuk menggunakan narkoba, karena jika mencobanya maka akan rugi seumur hidup,dan mulailah dari sekarang menjauhi narkotika, karena sudah banyak korban korban Jiwa yang berjatuhan akbat barang haram itu. Dan raihlah cita-cita yang tinggi agar kelak menjadi orang yang tidak merugi” . Himbau pengasuh pesantren itu
Selain menyatakan perang terhadap narkoba, wakil Bupati Jember juga menyinggung kondisi masyarakat, yakni angka perceraian dikabupaten Jember  yang terus meningkat. Menurutnya salah satu faktor tertinggi angka perceraian di kabupaten Jember adalah pernikahan usia dini.
“Dari 31 kabupaten di jawa Timur, angka perceraian di Jember menempati peringkat ke tiga, dan ini sangat ironis. Diperkirakan hampir menimpa pada tatanan rumah tangga muda yakni akibat pernikahan dini kemudian dipicu masalah ekonomi, seksual, dan pengasuhan anak ” kata wakil bupati yang akrab dipanggil Kyai Muqiet itu.
Sementara itu , dalam tausyiahnya,KH Badrus Sholeh mengatakan pentingnya kewajiban seorang muslim untuk menjalani kewajibannya salah satunya sholat lima waktu.
“Memang shalat adalah kewajiban kita yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang hasilnya dari isra’ dan mi’raj nabi Saw. Bagi orang-orang beriman yang harus yakin dengan adanya peristiwa tersebut. Yang terpenting bagi kita semua dalam hal tersebut diwariskan nabi kepada umatnya benar-benar kita lakukan dengan ikhlas semata-mata mencari ridla Allah Swt”. Kata KH. Badrus dalam tausiyahnya.

Selasa, 12 April 2016

KH. MALIK SANUSI AJAK WARGA SUMBERSALAK PERKOKOH SILATURRAHMI

Sumbersalak, Ratusan Masyarakat Dusun Karang Anyar Desa Sumbersalak merayakan peringatan Isra Miroj dengan mengadakan pengajian di halaman Mushollah Nurul Huda, Jum’at Malam  (08/04/2017). Acara di mulai pukul 19.00 wib dengan pembukaan tembangan Sholawat Nabi oleh Jam’iyah Hadroh Nurul Ali.kemudian disusul oleh pembacaan ayat suci Al Quran.
Menurut ketua panitia acara, Amsar Amien  mengatakan pihaknya bersama Masyarakat  senantiasa merealisikan nilai- nilai ibadah serta memperkokoh ukhuwah islamiyah, dan Mengharap masyarakat meningkatkan jiwa islamiyah dengan aktif di Mesjid,Mushola dan Jamiahan serta menjalin persatuan dan kesatuan warga.
“Dengan semangat isra miqraj kita banyak bersyukur kepada Allah Swt serta memperkokoh ukhuwah islamiyah,” jelas Amsar yang sekaligus mewakili tokoh Masyarakat
Dan kemudian acara tersebut di lanjutkan dengan Ceramah Agama Oleh KH. MaliK Sanusi. Ulama Asal Bondowoso ini mengajak untuk meralisasikan nilai- nilai ibadah,memperkokoh ukhuwah islamiyah,menanamkan kebersamaan.berpikir positif,mewujudkan kerja nyata.bekerja keras,cerdas dan iklas.menuju masyarakat dan kepimpinan yang berbudi pekerti luhur,arif dan bijaksana.
Ulama’ yang pernuh dengan humoris ini dalam Pidatonya juga menyinggung tentang peran Ibu dalam kehidupan Rumah Tangga

“Peran ibu sangat besar dalam mewujudkan kebahagiaan dan keutuhan keluarga. Sebagai ibu tugas perempuan yang utama ialah mendidik generasi-generasi baru. Mereka memang disiapkan oleh Allah untuk tugas itu, baik secara fisik maupun mental. Allah melatihnya sejak ia mengadung seperti rasa sakit, lemah, mual-mual, pusing atau berbagai keinginan aneh. Kemudian harus membawa janinnya kemana saja ia pergi.” Pesan Kyai yang di juluki dengan tujuh Aroma Parfum tersebut (One’s Tires)

Selasa, 05 April 2016

Janger Khas Sumbersalak, Rutin Latihan Walau Sudah Jarang Tampil

Era globalisasi yang begitu pesat mendesir telah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap keberadaan khazanah budaya lokal. Bahkan mampu mengikis sedikit demi sedikit beberapa kesenian Tradisonal. Terbukti, sudah jarang di masyarakat mendengar kesenian Janger tampil seperti biasanya. Seolah kesenian Janger kehilangan gaungnya. Padahal kesenian Tradisional ini cukup terkenal dan menjadi bintang pada masanya.
“Tetapi malam ini, Janger Sumbersalak masih hidup dan bertahan dengan gempuran arus globalisasi. Saya mengapresiasi, Janger masih jadi hiburan rakyat, meski hanya sekedar latihan saja dan jarang Tampil” Ucap Joko Subagio, salah satu anggota Janger khas Sumbersalak
Kata Joko, Janger merupakan salah satu kesenian Tradisional Khas Sumbersalak yang dimainkan oleh laki-laki. Kesenian yang merupakan sebuah drama tradisional ini dimainkan dalam sebuah grup dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari seperti nilai-nilai kemanusiaan, perjuangan dan lain-lain.
“Sembari diringi dengan alunan musik gamelan, dialog Janger biasanya dibumbui dengan aspek komedi sehingga membuat para penonton tertawa. Dengan menggunakan bahasa khas Madura, Janger menjadi hiburan favorit karena ceritanya yang merakyat dan mudah di terima disemua kalangan. Maka saya harap Janger jangan sampai mati,” lanjutnya.
Ia terus menceritakan tentang historis Janger. Katanya, diawali dengan Tari Remo, pementasan Janger juga biasanya diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerankan seorang jagoan.Sementara itu, Mali koordinator perlengkapan Janger Sumbersalak, Menambahkan bahwa janger di sumbersalak masih tetap eksis meski hanya sekedar latihan disetiap malam Minggu
“Kita masih tetap latihan meskipun jarang sekali kita tampil di depan umum atau ada yang nanggap, kita mengadakan latihan setiap malam minggu di pasar desa Sumbersalak, ternyata banyak masyarakat yang antusias ketika latihan hingga larut malam, karena saya menginginkan Janger ini masih eksis, jelasnya.
Maka dari itu, kata Mali, dirinya berharap agar Janger terus dijunjung dan menjiwa dalam hati sanubari masyarakat. “Kita tahu Janger menjadi ikon penting bagi masyarakat Madura, termasuk Jawa Timur. Meski terkikis oleh arus globalisasi dan moder-nisasi, Janger tetap berada di hati masyarakat,” lanjutnya. “Dan yang lebih penting lagi, peran pemerintah untuk membangkitkan kembali kesenian tradisonal khususnya janger, tanpa dukungan pemerintah kesenian tradisional akan mati bahkan akan lenyap di pangkuan bumi pertiwi. Tutup Mali
*Catata hasil liputan Penulis Crew Tires (Team Redaksi Sumbersalak) Sabtu malam 02/04/2016 hingga larut malam dipasar Desa Sumbersalak masih digelar latihan Janger meski hanya Latihan musik gending saja dan belum ada lakon.

HINDARI CALO, BURUH MIGRAN TERLINDUNGI



Sumbersalak – Pasca ditetapkannya Sebagai Desa Peduli Buruh migran oleh menteri Tenaga Kerja RI M. Hanif Dhakiri 24 Nopember 2015 lalu. Pemerintah Desa Sumbersalak kini makin giat mensosialisasikan kepada warganya yang akan bekerja keluar negeri  agar  melaporkan kepada pemerintah desa, baik itu mulai kedatanganya, penempatan kerja, hingga kepulangan dari negara tujuan. Dengan maksud agar setiap warga yang bekerja  luar negeri terpantau dengan jelas, salah satunya adalah menempelkan stiker di beberapa tempat strategis, seperti di rumah RT/RW, tempat ibadah dan di warung warung di desa sumbersalak.


Kepala Desa Sumbersalak Abdul Haki menjelaskan, dengan adanya penempelan stiker di beberapa tempat strategis, maka akan mempersempit ruang gerak tekong tekong/ Calo yang tidak betanggung jawab dan hanya memetingkan kepentingan Pribadi. Selain menempelkan beberapa Stiker pemerintah desa juga medirikan PPIT (Pusat Pelayanan Informasi Terpadu)  dan seperangkat komputer yang terhubung dengan Internet dengan tujuan agar mempermudah komunikasi dengan keluarganya yang ada di tanah air

“ Kita tidak berhak melarang warga Sumbersalak  yang akan bekerja keluar negeri,  tapi minimal harus melapor kepada pemerintah desa  hal tersebut semata mata hanya hanya melindungi dan  terdata di desa  ". kata Hakki disela sela rapat penyampaian Pendapat dengan Komisi 9 di gedung DPR RI tanggal 17/02/16 lalu
“ Bahkan saya sendiri sering menemukan beberapa kasus di desa Sumbersalak seperti pembuatan paspor yang tidak sesuai dengan alamatnya bahkan namanya berbeda dengan KTP bahkan ada yang menipulasi umur, entah ini permainan migrasi atau oknum oknum tertentu saya tidak tau, dan ini harus diberantas ” Lanjut Mantan TKI ini


Kedepan, dia berharap kepada pemeritah Indonesia  agar Buruh Migran Indonesia  benar benar disebut sebagai pahlawan devisa  bukan pahlwan keberuntungan bagi oknum tertentu. Iwan

Sabtu, 02 April 2016

TIRES AKAN DIBEKALI KTA



Sumbersalak,01/04/2016. Untuk yang kelima kalinya Team Redaksi Sumbersalak (Tires). Melaksanakan pertemuan rutin di Pendopo Balai Desa Sumbersalak, setelah pada pertemuan sebelumnya mereka diajari cara menulis berita secara Online di website desa sumbersalak yang beralamat www.sumbersalak.desa.id . Dalam pertemuan yang dilaksanakan setiap jum’at ini Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sumbersalak Haki, dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak pihak terkait terutama kepada Komunitas Tanoker Ledokombo yang telah bersusah payah bekerjasama dengan pemerintah Desa Sumbersalak.  Kedepan dia berinisiatif untuk memasang perangkat Wifi yang terhubung dengan satelit, dengan tujuan agar wifi tersebut bisa di nikmati oleh masyarakat sumbersalak terutama di beberapa lembaga pendidikan dan tempat tempat pariwisata di Sumbersalak, dengan tujuan mempermudah masyarakat menyerap berbagai informasi di Indonesia.

Selanjutnya Team redaksi Sumbersalak membentuk kepengurusan Redaksi . Adapun Kepengurusan Redaksi Sumbersalak  yang disepakati sebagai berikut:

Pelindung                                : Kepala Desa Sumbersalak
Pimpinan Umum                     : Iwan Joyo Suprapto, S.Sos.I
Pimpinan Redaksi                   : Siti Badriyah, S.Pd.I
Sekretaris Redaksi                  : Siti Masruroh, S.Pd
Dewan Redaksi                       : Iwan Joyo Suptapto
                                                  Siti Badriya, S.Pd.I
                                                  Siti Masruroh.S.Pd
Redaktur                                 : Dewi Eka Lestari
                                                 Achmad Luthfi
Fotografer                               : Manistya Ayu
                                                  Fathollah
Desain Grafis                          : Ahmad Bushiri
                                                   Febri
Portal                                      : Mursidi, S.Pd.SD
                                                  Abdullah       
Kontributor                             :Jurnalisme warga/Partisipan

Pada kesempatan tersebut, Tires  juga berdiskusi mengenai rencana kegiatan kedepan, seperti misalnya akan melakasanakan anjangsana di setiap Jumat di rumah masing masing team, selain bersilaturrahmi team redaksi ini juga akan membahas beberapa program kerja kedepan untuk perkembangan Sistem informasi yang dimiliki oleh desa sumbersalak. Selain anjangsana team ini juga membutuhkan perlengkapan dan identitas yang legal seperti pembuatan  Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Surat Keputusan (SK) dari Kepela Desa Sumbersalak, dengan Tujuan agar mempermudah kinerja dari anggota team redaksi tersebut. (Iwan)

Berita Lainnya mengenai Desa Sumbersalak bisa di baca

Selasa, 29 Maret 2016

LEN JHELENAN YUK.... NANG LEDOKOMBO

LEN JHELENAN YUK


  
Ke Jember....!! .....    Jangan hanya  ngunjungi pamandangan lautnya aja  dan jangan hanya nongkrong dipusat perkotaan aja. Nah, bagi kalian klo udah nyampek di kota suwar suwir ini  belum lengkap rasanya jika masih belum mengunjungi  Ledokombo... kecamatan yang berjarak 30 km ketimur dari pusat kota jember  ini menyuguhkan  atraksi alam yang sangat menarik.  Penasaran ...!!! Intip yuk,,, !    ada apa aja di Ledokombo... !




1.           TANOKER
Tanoker  tempat dimana pertemuan berbagai golongan dan berbagai latar belakang  (Golongan, ras, ethnis bangsa dab kelompok budaya ) dikelola untuk saling menguatkan demi menciptakan perdamaian keadilan dan kesejahteraan, khususnya untuk anak anak, generasi penerus bangsa, harapan dunia
            Tanoker Merupakan  kampung wisata belajar ledokombo yang telah dikunjungi para pendidik, seniman, akademisi, aktivis dan pemerhati sosial budaya dari berbagai penjuru. Dengan mereka kami terus berupaya mewujudkan kebaikan bersama, untuk tanah air tercinta dan untuk dunia yang lebih baik.
Untuk mengetahui tentang Tanoker silahkan Kunjungi www.tanoker.org  

2.          Pololumpur
Bermain olahraga polo air di kolam renang sudah biasa, tetapi yang satu ini bermain olahraga polo air di sebuah sawah yang digenangi air sehingga dipenuhi lumpur. Sehingga tidak heran, mereka yang bermain olahraga ini pasti akan kotor, karena baju yang digunakan terkena lumpur yang masih basah. Olahraga ini dimainkan di tengah areal persawahan. Ada daya tarik tersendiri bagi wisatawan


3.          AIR TERJUN DAMAR WULAN I
AIR TERJUN DAMAR WULAN I atau juga yang biasa disebut dengan niagara mini, Terletak di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kab. Jember 30 km ketimur dari Pusat Kota Jember. Air terjun ini  yang memiliki pemandangan indah dan bersih dan airnya sangat jernih karena bersumber dari mata air, air terjun ini memiliki bibir sungai yang sangat luas dan parawisatawan bisa mandi dan berenang disekitaran air terjun yang memiliki kedalaman 2 meter.  Dinamakan Air terjun damar Wulan konon menurut warga sekitar bahwa air terjun tersebut di tempati sebagai petilasan damar wulan dan dipercaya sebagai tempat bermadinya damar wulan.


4.          AIR TERJUN DAMAR WULAN II
AIR TERJUN DAMAR WULAN II para wisatawan hanya memerlukan berjalan sekitar 10 menit mencapai lokasi air terjun tersebut dari lokasi air terjun damarwulan pertama air terjun damarmuwalan ii memiliki ketinggia sekitar 15 meter diapit oleh beberapa tebing dari batu cadas. dan sangat bagus untuk dijadikan spot untuk berfoto selfie.

5.          AIR TERJUN ANJASMORO
Adalah air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter ini menyuguhkan beberapa atraksi yakni air terjun yang bertingkat dengan menawarkan air terjunn yang jernih yang berasal dari sumber mata air langsung. air terjun  ini bisa menjadi spot foto untuk kamu yang punya hobi fotografi. Dan memiliki kelebihan tersendiri diantaranya adalah air terjun yang memiliki beberapa tingkat, selain itu terdapat banyak sumber mata air disekeliling air terjun. Dan dikelilingi pepohonan yang sangat rindan.
6.          Air Terjun Antrokan
AIR TERJUN ANTROKAN  terletak di Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember Jawatimur. Lokasinya kurang lebih berjarak sekitar 27 km sebelah Timur kota Jember. Keindahan air terjun Antrokan ini  Sangat  dikenal oleh para wisatawan lokal, Air terjun Antrokan ini yang memiliki ketinggian 20 meter ini bersumber dari mata air yang mengalir dangat derasa melewati batuan. Di sekitar air terjun Antrokan ini biapit oleh beberapa persawahan yang sangat indah dan tersusun dengan rapi. Dan untuk menuju Air terjun ini  Tidak perlu khawatir karena sudah tersedia jalur trekking di dalamnya, meski medan yang akan dilewati tidak begitu sulit

7.          Air terujun sumber Gadung
Air terjun setinggi 20 meter dengan lebar 2  meter terbelah menjadi dua bagian yang letaknya berdampingan atau  pengunjung menyebutnyanya air terjun pengantin karena letaknya airnya berdampingan.   Terletak di Desa Slateng  40 Km dari Pusat Kota Jember ini memberikan daerah yang luas bagi pengunjung untuk menikmati curahan air yang sejuk dan alami, terdapat berepa perkebunan dan persawahan milik warga sekitar  Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung bisa menikmati keindahan Hutan Pinus Milik Perhutani Jember

8.       PETILASAN Damar Wulan
Selain air terjun Ledokombo juga memiliki situs bersejarah yakni sebuah pohon godril/trembesi  yag sangat besar dan dibawahnya terdapat sebuah latar yang mirip dengan kuburan. Menurut cerita masyarakat sekitar bahwa lokasi tersebut dipercaya sebagai tempat kelahiran seorang tokoh ksatria dari kerajaan majapahit yakni damarwulan

9.       TANOCRAFT
Nah ..... Jika kamu sudah puas  len Jhelenan nang Ledokombo , pasti ditanyain oleh olehnya.... ya...kan...!  mampir ditanocraf ledokombo, kamu bisa milih apa aja buat le olle di rumah... Tanocraft adalah hasil kerajinan kelompok ibu-ibu pengrajin Tanoker Ledokombo. Sebagian dari anggota Tanocraft adalah mantan buruh migran yang bekerja di Arab Saudi, Malaysia, dan Singapur. Mereka kini tak lagi merantau dan memutuskan untuk menetap di rumah sambil berkreasi membuat kerajinan. Terdapat 4 kelompok pengrajin di Tanocrat yang terdiri dari 2 kelompok jahit mesin dan 2 kelompok jahit tangan. Edelwais dan Damarwulan adalah kelompok jahit mesin, sedangkan D’ombo craft dan Ceria adalah kelompok jahit tangan.
Lebih lengkap tentang Tanocraft silahkan kunjungi www.craft.tanoker.org

10.    RIVER TUBING
Sebuah tempat wisata yang masih alami  di kawasan Desa Sumbersala Ledokombo yang bernama River  Tubing.  Wisata ini baru berkembang sekitar bebera bulan yang lalu, namun sudah mulai populer bagi penduduk di Jember  atau yang menyukai wisata ekstrim ini. Wisata River Tubing, bermakna berwisata menggunakan ban karet (ban dalam truk), dan menghanyutkan diri mengikuti aliran sungai.  Yakni Seorang wisatawan duduk di ban tersebut dan hanyut di aliran sungai. Pada prinsipnya, peserta tubing harus tenang, fun, dan tidak perlu panik.  Ada pemandu yang mengarahkan, memberi aba-aba, dan membantu setiap peserta tubing.  Setiap peserta akan didampingi seorang pemandu.River Bun Tabing ini di mulai  dario kawasan wisata Air Terjun Damar wula/ Litle Niagara
11.    KAMPOENG JAMOE
DesA Sumbersalak kecamatan Ledokombo  kini membangun wilayahnya sebagai kampung jamu Tradisional. Hal ini dilakukan untuk mendukung potensi wisata di daerah tersebut. Pasalnya, sebagaian besar penduduk di wilayah itu Adalah mantan Buruh Migran Indonesia atau biasa yang disebut Mantan TKI/TKW.  Selain itu  Karena di wilayah setempat tersedianya bahan bahan dasar untuk pemuatan jamu tradisional, yang mendukung sebagai bahan dasar pembuatan jamu tersebut.

Jumat, 25 Maret 2016

SAMPAIKAN IDE MELALUI TULISAN

PELATIHAN JURNALISTIK

SAMPAIKAN IDE MELALUI TULISAN..
Bag. 4

Pada pertemuan sebelumnya Jumat 18/03/2016 Team Redaksi Sumbersalak (TIRES) diajari Menulis berita oleh pemateri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dimulai dengan berita mengenai  diri sendiri . Pada pertemuan ke empat yang dilaksanakan di  Gedung Pertemuan Lt 2 Tanoker Ledokombo,   Tires di ajari untuk menulis berita yang terhubung langsung  internet dan langsung dihubungkan dengan website desa yang beralamat www.sumbersalak.desa.id ,


Renata Lingga, mengatakan kegiatan ini dilakukan demi mendorong minat baca dan kemampuan menulis bagi peserta Tires. Menurutnya, saat ini, pemuda  hanya mampu menyampaikan pendapatnya secara lisan  dan masih cenderung Pasif dalam menyampaikan pendapatnya secara tulisan

Dengan dilakukannya kegiatan pelatihan praktek ini, kami berharap para peserta terinspirasi untuk membuat membuat berita yang dikemas dalam bentuk tulisan , kata staff Tanoker ini

Pada pelatihan ini, admin website desa ini  menyampaikan materi tata cara memasukkan berita dalam bentuk file untuk dipostkan langsung kedalam website desa .

Renata  menambahkan, mengenai materi penulisan berita, juga turut mengimbau kepada peserta untuk berpikir kritis. Pasalnya, dalam kegiatan menulis harus dilandasi pikiran yang luas, pun sebagai seorang pewarta. Karena pada dasarnya, seorang pewarta yang baik harus profesional, beretika serta berwawasan.

Jadi ada baiknya untuk terus lebih banyak membaca dari sumber manapun. Karena itu akan melatih kita untuk dapat memiliki ide dan pemikiran nantinya, tutupnya.

 (Iwan)

Senin, 21 Maret 2016

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ajari Warga Menulis Berita



 
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Iraa Rachmawati,   menyampaikan materi seputar jurnalistik kepada  Team Redaksi Sumbersalak (TIRES) dalam kegiatan pengelolaan Website www.sumbersalak.desa.id di pendopo Desa Sumbersalak yang berlangsung pada hari Jum’at (18/03/2019).


Kegiatan yang dilaksanakan setiap Hari Jum’at ini  merupakan pertemuan ketiga dalam pelatihan Pengelolaan Website. Dalam pelatihan yang diikuti sebanyak 10 kru pengelola Website Sumbersalak, yang merupakan perwakilan dari 4 Dusun ini,  Tanoker Ledokombo sebagai fasilitaor Manghadirkan Iraa Rachmati dari Team AJI sebagai Pemateri.
Dalam penyampainnya Iraa yang juga Wartawan Online kompas.com ini mengatakan bahwa menulis itu jembatan untuk mencapai kesuksesan. Tidak sedikit orang sukses dan terkenal lantaran keahlian menulis yang dimiliki.
Selain itu, bagi sebagian penulis, menulis juga menjadi salah satu media pencurahan ide dan perasaan. Contoh sederhananya, dari tulisan diari misalnya, seorang individu akan merasa tenang.
Menulis itu sebuah praktik, bukan hanya teori jadi menulislah sekarang,  ujar Ira memotivasi peserta.


Usai mendapatkan materi dari narasumber, kemudian  peserta menjalani praktik praktek menulis yang dimulai dari diri sendiri, kemudian dilanjutkan latihan menulis berita yang ada di sekitar desa  salah satu berita mengeai potensi desa Sumbersalak yakni Air terjun Damar Wulan. (Iwan)

Sabtu, 12 Maret 2016

Pelatihan Pengelolaan Website Desa Sumbersalak





Pemerintah Desa Sumbersalak merupakan salah satu desa di kabupaten Jember yang mempunyai sistem infirmasi dan tekhnologi salah satunya mempunyai website desa yang beralamat www.sumbersalak.desa.id . yang bertujuan untuk  memberikan informasi kepada seluruh warga Sumbersalak Khususnya dan dan seluruh warga Indonesia pada umumnya. Antusiasme yang besar itu ditunjukkan dengan mulai banyaknya berita  dan beberapa potensi wisata yang diunggah ke website dan mulai lengkapnya informasi tentang Desa Sumbersalak.
Namun, kurangnya pengetahuan dari warga sumbersalak tentang pengelolaan website desa  Sumbersalak  menyebabkan website tersebut kurang tertata. Untuk meningkatkan pengetahuan, administrator website  berinisiatif melakukan pelatihan pengelola website Desa Sumbersalak bagi pemuda desa sumbersalak yang mempunyai loyalitas tinggi untuk memajukan desa sumbersalak. Yang di inisiasi oleh komunitas belajar Tanoker Ledokombo
Dalam pelatihan pengelolaan website desa yang dimulai pada tanggal 04 Maret 2016 tersebut, Pemdes Sumbersalak melibatkan beberapa  peserta yang terdiri dari dari masing dusun yang diwakili oleh dua orang peserta dengan jumlah peserta sebanyak  delapan peserta. Dan akan di teruskan setiap hari jum’at dalam setiap pertemuan.
Kegiatan pelatihan diawali dengan diskusi tentang perkenalan dari masing masing dusun dan dilanjutkan dengan tekhnik dasar pembuatan berita. Hadir dalam diskusi tersebut Renata Lingga  yang merupakan satu satunya administrator Website desa, kemudian Mufti achmad selaku Anggota dari divisi Sosial Dan Politik dari Komunitas Tanoker Ledokombo
Diskusi tersebut sengaja dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai bentuk implementasi UU Desa. Diskusi ini juga dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman Pemdes yang hadir dalam mengelola pembangunan desanya. (Iwan)


KOMUNITAS TANOKER FASILITASI PELATIHAN SISTEM INFORMASI DI DESA SUMBERSALAK



Iwanjoyo.blogspot.com - Penguasaan informasi dan teknologi menjadi sesuatu yang mutlak dikuasai secara maksimal. Dan sangat membantu  banyak bagi petugas di pemerintahan desa/kelurahan yang menjadi ujung tombak, mulai dari hal-hal bersifat administrasi data, informasi, surat menyurat, hingga pelayanan publik.


Bertempat di Pendopo Balai Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember, puluhan staf perangkat Desa, BPD serta masyarakat dari berbagai elemen mengikuti Pelatihan Pengenalan Teknologi Informasi. Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Desa Sumbersalak Abdul Haki  dan Direktur Komunitas Belajar Tanoker Ledokombo Dr. Ir. Suporahardjo, M.Si  dalam pembukaan acara yang digelar pada Hari Sabtu, 12 Maret 2016 tersebut, serta  Bapak Hermanto Rohman, S. Sos. MPA  dosen Fisip Unej sebagai pemateri dalam acara pelatihan tersebut Dalam kesempatan itu Kepala Desa Sumbersalak Abdul Haki menyampaikan, bahwa sosialisasi perkembangan Komunikasi dan Informasi merupakan suatu hal yang harus diberikan kepada masyarakat secara berkesinambungan, agar masyarakat tahu akan segala manfaat yang bisa didapatkan didalamnya, dan  dapat digunakan sebagai sumber inspirasi dan informasi menyangkut dunia usaha yang digelutinya, dan sudah barang tentu juga agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan jaman yang telah sedemikian pesat. “ apalagi di Indonesia, Teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu dari enam bidang fokus utama pengembangan Iptek, selain bidang ketahanan pangan, Sumber energi terbarukan, teknologi dan manajemen transportasi, teknologi pertahanan, dan teknologi kesehatan obat obatan. “ pungkasnya.


Sementara itu, menurut Direktur Tanoker Dr.Ir Suporahardjo,  M. Si
,  pelatihan ini merupakan salah satu wujud pembinaan dan pengembangan kapasitas pemerintahan desa yang berbasis IT. Tujuannya meningkatkan pengetahuan aparat desa dan BPD Serta tokoh tokoh pemuda  dalam mengelola manajemen, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta agar memiliki kompetensi memadai dalam menyajikan informasi dan data yang benar menggunakan media teknologi.
Lebih lanjut, dijelaskan Supo, sasaran kegiatanPelatihan  ini adalah perangkat desa, Pemuda Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta  beberapa mantan  buruh Migran Desa Sumbersalak hal tersebut disebabkan banyaknya warga masyarakat sumbersalak yang menjadi TKI di Luar negeri  guna mempermudah berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait terutama dengan keluarga yang ditinggalkan.
Selain itu, dia menegaskan Bahwa pengenalan dan penggunaan perangkat IT serta pengoperasian beberapa Aplikasi dasar. Peserta pelatihan juga diajak untuk mencari informasi di internet yang berkaitan dengan Industri Pertanian, Pendidikan, Pariwisata, dunia Usaha Kecil Menengah, dan mengenai Peternakan, Tegas pekerja sosial tersebut.


Dalam Pemaparannya  Dosen FISIP Universitas Jember  bapak Hermanto Rohman, S. Sos. MPA  selaku pemateri Menjelaskan, hadirnya Sistem Informasi desa berbasis teknologi menjadi salah satu pilihan paling pas dan tepat untuk mencapai tertib administrasi desa dan kelurahan. “Melalui sistem informasi berbasis komputer, harapannya informasi yang dihasilkan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu, sehingga lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Dan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia aparatur desa dalam menunjang tugas pokok dan fungsinya. Terutama dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, serta mempunyai keterampilan yang nantinya menentukan baik tidaknya manajemen data informasi di di tingkat.
 


Minggu, 07 Februari 2016

KKN UNEJ ADAKAN PENYULUHAN PEMBERANTASAN HAMA PADI DIDESA SUMBERSALAK

Demi menambah pengetahuan petani tentang pertanian, sejumlah mahasiswa yang melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember mengadakan kegiatan penyuluhan yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sumbersalak . Penyuluhan diselenggarakan pada hari Jum’at, 05 Februari 2016 bertempat di pendopo Balai desa  Sumbersalak . Tema yang diangkat adalah berkenaan Pengendalian Hama Tanaman padi untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi. Dalam penyuluhan dibahas mengenai Pengolahan Pertanian Terpadu, Pengendalian Hama Tikus, dan Budidaya Tanaman Padi. Hal ini disampaikan dengan maksud agar pertanian desa dapat lebih berkembang. Serangan hama yang terus datang silih berganti pemicunya adalah pola tanam yang tidak serempak, dan lahan persawahan yang hanya dimanfaatkan untuk mananam padi secara terus menerus. Hadir dalam Sebagai Pembicara  Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember Bpak Nanang Tri Haryadi. Sp, MSc mengajak seluruh petani desa untuk sama-sama membudidayakan Padi dengan pemupukan secara organikk, karena dengan menanam padi secara organic maka hasil yang lebih optimal pada musim berikutnya.]\

Selain tanaman padi, tanaman Tembakau  yang merupakan tanaman budidaya desa Sumbersalak  pun memiliki masalahnya tersendiri. Serangan vektor kutu tepung yang mengakibatkan adanya penyakit cendawan jelaga yang bersifat saprofit. Bercak-bercak hitam yang menempel pada bagian atas daun mengakibatkan proses fotosintesis menjadi terhambat. Ketika proses fotosintesis sudah bermasalah, maka efek selanjutnya adalah pada pengakutan sari makanan dalam proses metabolisme tanaman menjadi terganggu. Sehingga pengendalian hama yang harus dilakukan adalah membasmi sumber penyakit, yaitu kutu tepung. Kutu tepung ini dapat diracun menggunakan insektisida yang disemprotkan pada tanaman, sehingga tanaman jeruk limau dapat terhindar dari penyakit cendawan jelaga yang merugikan.

Harapan kami atas segala proses pembelajaran bersama masyarakat desa Sumbersalak  selama ini, semoga kedepannya pertanian desa Sumbersalak  dapat terus berkembang serta mampu menjadi pemasok terbesar padi, dan tanaman lainnya untuk Kab. Jember dan sekitarnya. Tingkat kesejahteraan dan tingkat pendidikannya pun lebih meningkat dari hari demi harinya. (Iwan)