Sabtu, 07 Mei 2016

SAVE OUR SISTER “ #NYALAUNTUKYY”


Puluhan pemuda Desa  Sumbersalak  yang tergabung dalam Team Redaksi Sumbersalak (Tires) ikut prihatin terhadap gadis SMP bengkulu  yang  tewas setelah diperkosa dan dibunuh secara keji oleh 14 pemuda. Mereka berdoa  dan membentangkan lembaran dalam kertas yang bertuliskan #NYALAUNTUKYY. Jum’at, 06/2016
"Ini merupakan bentuk solidaritas kita karena kasus YY ini merupakan satu dari sekian kasus yang ada," kata Iwan, Pimpinan Umum Tires.
Terhadap kasus YY, Pentolan Tires ini, mendesak agar 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuh YY untuk segera diadili dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Ia mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak jangan hanya dianggap sebagai kasus kekerasan seksual bisa. Tetapi ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan segera.
"Terus terang saja kita sudah lelah  dan bosan dengan kasus yang terjadi di depan mata kita, namun hukuman yang diberikan tidak setimpal dengan apa yang mereka perbuat," lanjut Iwan.
Menurut dia, pemerintah harus menyegerakan ini sehingga pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Sebab, selama ini dirinya menilai belum ada payung hukum yang jelas untuk melindungi korban kekerasan seksual.



Jumat, 06 Mei 2016

BELAJAR BERSAMA MEMBRANTAS PENGARUH MIRAS

Meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan Minuman Keras  di kalangan remaja khususnya kepada para pelajar sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab sudah banyak para pelajar menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, pencegahan mulai sejak dini harus dilakukan. Hal itu ditegaskan oleh Sisillia Vellayanti, saat memberikan materi penyuluhan dan pencegahan peredaran narkoba di hadapan sekitar 50 pelajar dari MTs Desa Sumbersalak  yang diselenggarakan di Auditorium Mts Nuruzzaman,Sabtu (16/04) pagi.
Sisil menjelaskan, saat ini sudah banyak kalangan pelajar terintimidasi kecanduan terhadap penyalahgunaan narkoba. Saat ini obat untuk menyembuhkan orang kecanduan barang haram itu tidak ada. Akan tetapi, hanya ada satu cara dengan direhabilitasi.
“Awal  seseorang pemakaian narkoba dimulai dengan menghisap rokok. dengan merokok inilah kita bisa terkena pemakian narkoba. Awalnya mencari tahu, kemudian ingin tahu, selanjutnya ingin merasakan dan akhirnya  kecanduan”. Terangnya.
Mahasiswa Lulusan Universitas Brawijaya ini berharap, agar siswa Mts Nuruzzaman  bisa mengendalikan diri terhadap peredaran  narkoba dan pengaruh miras. Tidak itu saja, para siswa pun harus bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya dalam penggunaan Minuman Keras. “Mudah-mudahan setelah belajar bersama ini anak-anak generasi penerus Bangsa bisa mengendalikan diri dari godaan bahaya narkoba”. harap Sisil. (One Tires)

SI BOLANG TEMUKAN ULAR BERBISA DI AIR TERJUN ANJASMORO

Sumbersalak- Team Trans 7 khususnyakru dari program  Si  Bocah Petualang (SiBolang) melakukan syuting di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Tokoh atau pemeran Si bolang itu sendiri merupakan anak-anak dari beberapa SD di Ledokombo diantaranya Kevin dari SDN Sumberlesung 01 yang berperan menjadi Sibolang dan di bantu oleh Fatir Dkk . Team Trans 7 sendiri didampingi oleh beberapa crew dari si Bolang, Selain itu Direktur Tanoker Ledokombo, Suporahadjo juga banyak membantu selama proses syuting Si Bolang di beberapa tempat di kecamatan Ledokombo.
Program ini merupakan hari kelima setelah mengambil beberapa adegan sibolang di beberapa tempat di ledokombo diantaranya bermainan Egrang dan antraksi perkusi Di tanoker Ledokombo, bermain River ban Tubing di Desa sumberbulus kemudian dilanjutkan dengan bermain di Pololumpur Di desa Sumberlesung dan terakhir di beberapa lokasi disumbersalak diantaranya di beberapa air terjun yakni Air Terjun Anjasmoro dan Air Terjun Damar Wulan. Di lokasi air terjun tersebut, si Bolang dkk melakukan adegan membelah buah pepaya, kemudian buah pepaya tersebut di buat sabun untuk mandi di air Terjun Anjasmoro, kemudian pepaya tersebut dimakan bersama. Setelah selesai melakukan adegan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penemuan Ular di pematang sawah dan kemudian ular tersebut dilepaskan kembali ke habitatnya
Dipilihnya Desa Sumbersalak untuk dijadikan lokasi syuting untuk program acara Si Bolang karena Desa trersebut kaya akan sumber daya alam yang tergolong masih asri dan masih terjaga.( Tires)

WAKIL BUPATI JEMBER AJAK WARGA SUMBERSALAK PERANGI NARKOBA

Mendengarkan ceramah agama untuk mempertebal keimanan adalah cara warga sumbersalak untuk menyambut peringatan Isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW sekaligus  Haflatul Imtihan Madrasah Diniyah Quwatul Islam yang dikemas dalam pengajian


Acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Desa  Sumbersalak dan beberapa anggota pengajian dari berbagai majelis taklim ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah KH. Badrus Sholeh asal  tanggul Jember yang dilaksanakan halaman parkir Masjid Quwatul Islam, Minggu (24/04/2016) kemarin.
Tampak hadir dalam acara tersebut , Wakil Bupati Jember Drs KH. Muqiet Arief, Camat Ledokombo Hery Setiawan,Kepala desa Sumbersalak Abdul Haki, serta   beberapa Tokoh Agama dan tokoh masyarakat
Ketua Panitia Mulyono, mengatakan, pengajian ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat. Dan juga dia menyampaikan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat yang ikut serta mensukseskan acara pengajian Isro’ mi’roj yang kemudian di rangkai haflatul imtihan di TPQ  Quwatul Islam ini.
Abdul Muqiet Arief,wakil Bupati Jember dalam sambutannya, menghimbau agar warga masyarakat sumbersalak meneladani perjuangan dan tingkah laku Nabi Muhammad. Selain itu dia juga menghimbau agar menjahui narkoba dan sejenisnya
“ Janganlah sekali kali mencoba untuk menggunakan narkoba, karena jika mencobanya maka akan rugi seumur hidup,dan mulailah dari sekarang menjauhi narkotika, karena sudah banyak korban korban Jiwa yang berjatuhan akbat barang haram itu. Dan raihlah cita-cita yang tinggi agar kelak menjadi orang yang tidak merugi” . Himbau pengasuh pesantren itu
Selain menyatakan perang terhadap narkoba, wakil Bupati Jember juga menyinggung kondisi masyarakat, yakni angka perceraian dikabupaten Jember  yang terus meningkat. Menurutnya salah satu faktor tertinggi angka perceraian di kabupaten Jember adalah pernikahan usia dini.
“Dari 31 kabupaten di jawa Timur, angka perceraian di Jember menempati peringkat ke tiga, dan ini sangat ironis. Diperkirakan hampir menimpa pada tatanan rumah tangga muda yakni akibat pernikahan dini kemudian dipicu masalah ekonomi, seksual, dan pengasuhan anak ” kata wakil bupati yang akrab dipanggil Kyai Muqiet itu.
Sementara itu , dalam tausyiahnya,KH Badrus Sholeh mengatakan pentingnya kewajiban seorang muslim untuk menjalani kewajibannya salah satunya sholat lima waktu.
“Memang shalat adalah kewajiban kita yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang hasilnya dari isra’ dan mi’raj nabi Saw. Bagi orang-orang beriman yang harus yakin dengan adanya peristiwa tersebut. Yang terpenting bagi kita semua dalam hal tersebut diwariskan nabi kepada umatnya benar-benar kita lakukan dengan ikhlas semata-mata mencari ridla Allah Swt”. Kata KH. Badrus dalam tausiyahnya.