Sabtu, 16 Januari 2016

KERAPAN SAPI DAN LUDRUK MEWARNAI PUNCAK BABAT DESA SUMBERSALAK



SUMBERSALAK(16/01/2016.) Sebagai tradisi selamatan  Desa atau  Bersih Desa di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh masyarakat setempat, merupakan sebuah rutinitas kegiatan yang dilaksanakan beberapa desa di Kabupaten Jember yang merealisasikan kegembiraannya atas karunia yang diperoleh dengan mengadakan acara resik desa dengan berbagai hiburan, salah satunya dengan mendatangkan kesenian tradisional Ludruk yang yang dalam dekade ini jarang di tampilkam oleh beberapa daerah 

Dalam keterangannya “ Acara resik desa ini salah satu kegiatan ungkapan rasa syukur atas karunia dan keselamatan yang diberikan oleh-NYA kepada masyarakat Desa Sumbersalak juga sekaligus memberikan hiburan berupa kesenian Ludruk  sebagai edukasi kepada masyarakat untuk mengenal salah satu kesenian yang ada Nusantara ini. Selain itu saya berharap kedepan masyarakat semakin aman, sejahtera dan bahagia.” Tutur Hadi Rakasiwi  Kepala Dusun Salak  ketika ditemui di Air Terjun Damar Wulan

Menurut Azis , dalam acara resik desa kali ini pihaknya menggelar beberarap rentetan acara yang dimulai dengan parade sound mini kemudian dilanjutkan dengan  Pengajian/istigosah dan sebagai acara puncak panitia mengadakan acara Kerapan  sapi dan dan di akhiri dengan kesenian Ludruk yang merupakan  sebuah edukasi bagi masyarakat desa bahwa sebenarnya kesenian yang ada di Nusantara ini beraneka ragam, salah satunya kesenian Ludruk ini. Ungkap Ketua Panitia ini.

“ Selain Istighosah,  kerapan sapi dan ludruk merupakan menu wajib disetiap mengadalakn acara Selamat desa Sumbersalak, lanjutnya

Acara Kesenian desa Ludruk ini digelar rutin dihalaman rumah salah satun  tokoh masyarakat desa  berlangsung semarak.pasalnya dalam lakon tersebut menceritakan sebuah desa aman tentram dan pertanian yang subur, dan masyarakat hidup rukun dan dapat menyelesaikan masalah tanpa melibatkan pihak pihak lain

Yanto,  salah satu warga Desa Sumbersalak mengapresiasi kegiatan tahunan yang dilaksanakan didesanya yang sarat dengan hiburan. Acara hiburan ini berasal dari usulan warga yang direspon oleh panitia setelah mendapat peretujuan dari anggotanya. Ucapnya. (Iwan)

WARGA SUMBERSALAK GELAR SELAMATAN DESA (Bag I)


khusuk, warga sumbersalak mengikuti Istighosah
Masyarakat DESA Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember  boleh berbangga hati dan bersyukur. Pasalnya, apa yang selama ini di tunggu-tunggu terlaksana sudah. kamis 13 Januari 2016 ratusan warga berbondong-bondong mengikuti jalannya acara selamatan desa atau yang biasa disebut dengan babat desa.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini digelar di dusun salak yang dimulai hari kamis malam dengan agenda pertama pengajian umum/istighosah yang dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan ratusan masyarakat, kemudian keesokan harinya diadakan parade Sound Mini kemudian dilanjutkan dengan pementasan kesenian tradisional pancak silat, kemudian lomba Kerapan Sapi pada hari sabtunya dan berakhir dengan kesenian Ludruk pada sabtu malam sebagai acara pamungkas acara babat desa ini.
Hadir dalam acara pengajian  Kepala urusan pemerintahan Ubed Rovian Yang mewakili Kepala Desa Sumbersalak yang berhalangan hadir,  mengungkapkan selamatan desa ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rizki dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT. ”Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat bisa hidup dengan makmur dan sejahtera serta terhindar dari segala musibah baik lahir maupun batin,” ujarnya
Oleh karenanya Ubed mengingatkan kepada masyarakat agar pandai-pandai mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan jangan terlena dengan segala bentuk kesenangan. ”Musibah yang sering terjadi selama ini merupakan suatu bentuk ujian dan sekaligus peringatan dari Allah SWT agar kita selaku umat manusia lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kita harus banyak-banyak bersyukur atas nikmat yang telah kita terima,” jelasnya.
Melalui selamatan desa ini, masyarakat dijauhkan dari segala bentuk musibah dan segala usaha yang ditekuni oleh masyarakat bisa sukses.
“Semoga seluruh warga diberikan kesehatan, ketentraman dan ketenangan serta dijauhkan dari segala musibah dan mata pencaharian yang ditekuninya bisa sukses,” harapnya.
Sementara KH. Mohammad Nuh, dalam ceramahnya  mengungkapkan makmur dan tidaknya sebuah desa tergantung dari ungkapan rasa syukur rakyat dan pemimpinnya kepada Allah. Selain itu, rakyat dan pemimpin harus rajin mengerjakan sholat lima waktu.
”Kalau rakyat dan pemimpinnya tidak pernah bersyukur dan rajin sholat, jangan mengharapkan desanya mau maju dan berhasil. Tetapi jika pemimpinnya selalu bersyukur maka semua pengharapan yang dicita-citakan akan selalu tercapai. Tentunya dengan catatan harus dilakukan secara istiqomah,” pesan KH. Moh Nuh Yang Akrap Di sapa Margono ini.
Lebih jauh Mantan Pelawak ini  mengharapkan supaya masyarakat bisa mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi di bumi ini. ”Marilah jadikan semua kejadian yang sering terjadi akhir-akhir ini sebagai bahan bagi kita untuk selalu instropeksi diri,” ajaknya
Tidak lupa dia juga meminta masyarakat Sumbersalak untuk tidak henti-hentinya bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah, seraya selalu berdoa semoga senantiasa diberikan keselamatan hidup di dunia dan diakhirat. Sebab senang dan tidaknya kehidupan tergantung kepada doanya masyarakat kepada Allah dan selalu banyak-banyak bersyukur.
”Semakin tajam ibadahnya, maka semakin tajam pula sumber rizki yang diberikan oleh Allah. Sebab orang yang selalu bersyukur, rizkinya akan selalu ditambah oleh Allah,” Tegasnya (By. Iwan)


UKPK IAIN JEMBER KUNJUNGI AIR TERJUN DAMAR WULAN



SUMBERSALAK 11/12/2016- Ratusan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Yang tergabung dengan sebuah Organasasi Intra Kampus Yakni Unit Kegitan Pengembangan Keilmuan (UKPK) yang tengah melaksanakan Rapat Kerja atau Raker Untuk kepengurusan periode 2015-2016 di desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo , melakukan tinjauan ke air terjun Damar Wulan  yang akhir akhir sangat ramai di Kunjungi wisatawan..

Hal tersebut merupakan rencana yang sudah dipersiapkan dari Organisasi UKPK IAIN Jember usai mengadakan rapat kerja yang berlangsung selama tiga hari tersebut. selain itu kunjungan ratusan mahasiswa tersebut yakni  untuk mengembangkan potensi wisata di daerah itu, dengan didampingi langsung oleh Iwan Joyo Suprapto, S. Sos.I salah satu alumni UKPK IAIN Jember , dan kepala dusun Salak Hadi Rakasiwi, serta sejumlah warga lainnya.

Untuk menuju lokasi yang berjarak sekitar 2 Km dari lokasi Raker , rombongan mahasiswa tersebut memilih dengan berjalan kaki, harus menempuh perjalanan yang melewati pematang sawah  sepanjang 500 meter, kemudian dilanjutkan dengan  harus menempuh jalan yang sedikit curam dan terjal untuk dapat mencapai lokasi itu.

Sesampai di areal Air terjun damar wulan yang memiliki ketinggian 15 meter tersebut, mereka tampak mengagumi pesona keindahan alam yang cukup menawan itu. Bahkan, sebagian dari mereka langsung menceburkan diri ke lubuk yang tidak terlalu dalam untuk menyegarkan tubuh, setelah tampak lelah menempuh perjalanannya.

Kemudian perjalanan mereka di lanjutkan ke lokasi air terjun yang tidak jauh dari lokasi pertama, air terjun tersebut memiliki bibir tebing yang sangat lebar dan lokasi pemandiannya pun sangat luas dengan kedalam air lebih dari 2 Meter dan memiliki ketinggian tebing Air setinggi sekitar 5 Meter. Selain menyuguhkan pemandangan persawahan yang tersusun Rapi seperti persawahan di Ubud Bali, mereka juga bisa berfoto selfie dan mandi di lokasi yang mirip dengan Nigara waterfall yang terdapat di benua Amerika tersebut, bahkan tidak sedikit dari kawan kawan UKPK IAIN Jember yang langsung menceburkan diri ke Lokasi Air terjun yang sangat Jernih tersebut.

Usai melakukan Kunjungan dan mandi bersama di lokasi kedua Air terjun tersebut, Ratusan Mahasiswa Organisasi intra Kampus tersebut itu mendapat sedikit  wejangan dari Iwan Joyo S. salah satu senior yang juga alumni UKPK IAIN Jember, agar mereka mencintai lingkungan.


"Mari kita sama-sama menjaga kelestarian alam serta mencintai keindahan alam, dan sama-sama mencegah kerusakan hutan dan lingkUngan kita," pintanya.
Sebab, imbuh dia, tanpa dibayar, tumbuh-tumbuhan itu  telah menghasilkan dan memberikan oksigen untuk kehidupan kita.
"Untuk itu, mari kita jaga dan nikmati. Selain itu, jangan pernah kita kotori sumber air, yang bisa saja akan bertambah kering dan warga akan menderita," lanjut pemuda Sumbersalak tersebut.
Dia menambahkan,  “ Pasca Rapat Kerja Pengurus UKPK IAIN Jember ini saya Harapkan agar kalian melaksanakan apa yang telah kalian Programkan ketika raker, jangan setengah setengah menjalankan Program, dan berpegang teguhlah pada AD dan ART organisasi Kalian” , Imbuhnya

Lebih jauh, ia juga menceritakan tentang suka dukanya ketika menjadi aktivis Mahasiswa IAIN Jember Lebih Lebih ketika bergabung dengan Organisasi yang membesarkan kariernya, yakni UKPK IAIN Jember  hal tersebut untuk menambah wawasan dan memotivasi  bagi para Pengurus UKPK


Sementara itu, ketua UKPK IAIN Jember, Khusaeri yang akrab di panggil dengan  Zein ini,  mengaku bangga dan terkesan pasca melaksanakan Rapat Kerja di Desa Sumbersalak yang kaya akan sumberdaya Alamnya ini. Dan dia berkomitmen untuk  konsisten dalam menjalankan  program kerja yang telah di putuskan bersama  Pengurus UKPK (Iwan)

Selasa, 12 Januari 2016

ARNONG/SELADA AIR TANAMAN KHAS DESA SUMBERSALAK



SUMBERSALAK yang terdiri dari kata Sumber yang berarti Sumber Mata Air dan Salak  artinya Buah salak, Menurut sejarah konon di Desa sumbersalak terdapat sumber mata air yang berada tepat di bawah Pohon Salak. Bahkan menurut cerita versi lain ada yang berpendapat bahwa “ SALAK “ diambil dari kata “ SELLAK ”(Bahasa Madura) yang artinya Berdesakan. Berarti Sumbersalak Adalah Sumbermata Air Yang berdesakan.    Pada kenyataanya desa Sumbersalak  banyak mata air yang muncul di sekitar sawah atau tepat lainnya dan terbesar adalah Mata air yang terdapat di Dusun Karang Anyar dan Dusun Juroju. Untuk mata air yang berada di dusun Karang Anyar ,sampai sekarang masih mengalir deras dan diambil untuk Air Bersih dan di alirkan ke desa desa di kecamatan Ledokombo. Ternyata air tersebut masih melimpah dan mengalir ke saluran irigasi, dan lebih bagusnya lagi di sekitar Mata Air Di kedua Dusun tersebut itu tumbuh tanaman sayur yang dahulu kala sebagai tanaman liar namun akhirnya sekarang sudah di budi daya oleh warga kedua dusun tersebut  sampai sekarang bahkan sudah mencukupi pasar luar kota. Tanaman sayur tersebut adalah selada air yang juga disebut oleh warga Desa Sumbersalak  khususnya Selada Air dengan sebutan Arnong.

Selada air/ Arnong tumbuh di kawasan pegunungan, yang berhawa sejuk, terutama di kawasan penghasil sayuran. Di kawasan pegunungan seperti ini, selalu tersedia air jernih melimpah. Di tempat seperti inilah selada air bisa tumbuh dengan baik. Kalau selada air bisa tumbuh baik, berarti lokasi tersebut berketinggian paling sedikit 800 m. dpl. Selain dengan alti meter, ketinggian tempat juga bisa ditandai dengan ada atau tidaknya tanaman padi sawah, serta pohon kelapa. Kalau di kawasan tersebut masih ada sawah dengan tanaman padi, lalu masih ada pohon kelapa yang tumbuh dan berbuah baik, maka ketinggian tempat masih sekitar 700 m. dpl.
Yang cukup menarik, selada air telah diisukan berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh, terhadap serangan kanker paru-paru. Kandungan selada air antara lain zat besi, kalsium, asam folic, vitamin A, dan C. Selain untuk kanker, selada air juga berkhasiat melancarkan air seni (diuretik), mengeluarkan dahak (ekspektoran), menurunkan tekanan darah, dan anti oksidan. Sosok selada air sangat khas, batang dan daunnya, sangat lunak. Rasa serta aromanya juga khas. Di pasar swalayan besar, selalu ada selada air, bersama dengan sayuran lain,. Harga selada air juga relatif murah, jika dibandingkan dengan sayuran lainnya.
Selada air biasa dimakan mentah sebagai lalap (salad). Di warung dan restoran ayam atau ikan goreng, sering disajikan lalap selada air, selain lalap lain seperti kemangi, poh-pohan, dan timun. Rasa selada air mentah getir dan pahit, mirip dengan rasa caisim (sawi bakso). Sebab mereka masih satu famili. Namun rasa getir dan pahit ini akan hilang apabila selada air direbus. Cara merebus selada air juga beda dengan merebus daun pepaya atau daun singkong. Pertama air dididihkan. Setelah air mendidih, selada air dimasukkan, dan seketika itu juga api dimatikan, atau dikecilkan. Kalau api tetap besar, selada air akan menjadi sangat lunak, dan citarasanya akan hilang.
Setiap hari warga petani selada air dusun Karang Anyar  harus mencapai target ribuan ikat, yang harus dipasarkan di pasar lokal yaitu di kecamatan Kalisat dan sekitarnya bahkan sampai menembus pasar yang berskala besar seperti pasar tanjung di Kab. Jember dan pasar pasar lainnya seperti daerah mangli dan sekitarnya. Harga di pasar lokal dekat ikatan lebih besar dengan harga berkisar Rp 700 sampai Rp 1000. perikat namun kalau dibawa keluar kota ikatan itu lebih kecil dengan harga dari Rp 450 s/d Rp 600. ada petani yang mempunyai lahan luas mereka bisa setiap hari memanen selada air tersebut tanpa harus kehabisan stok, karena lama pemulihan sampai bisa dipanen hanya selama delapan hari. setiap petani dalam satu hari 1000 ikat ada yang 500 ikat tergantung kesempatan waktu mereka dalam memanennya. dan sesuai dengan survey bahwa selada air yang berada dibawah aliran mata air itu jauh lebih segar dan lebih hijau dari yang lainnya.


Senin, 11 Januari 2016

SUMBERSALAK LAKSANAKAN MUSRENBANGDES 2017

 Hy.... sepertinya sudah lama tidak memposting di www.iwanjoyo.blogspot.com
dalam kesempatan ini penulis akan mengupas tuntas Musrenbang ( Musyawarah Rencanan Pembangunan ) di Desa Sumbersalak Kec. Ledokmbo
SUMBERSALAK LAKSANAKAN MUSRENBANGDES 2017
Sumbersalak , Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo diselenggarakan yang sudah dijadwalkan oleh Tim Kecamatan Ledokombo . Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 Januari 2015 di Pendopo Balai Desa Sumbersalak , yang dihadiri oleh Perwakilan Camat Ledokombo yakni Kasi Pemdes bapak Sumoardi serta beberapa Tim dari UPK Kec. Ledokombo , semua unsur lembaga desa, mulai dari BPD, RW, RT, Karang Taruna serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Abdul Haki Kepala Desa Sumbersalak menyampaikan dalam sambutannya “Musyawarah Perencanaan Pembanguna Desa (MUSRENBANGDES) Desa Sumbersalak kali ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Dusun (MUSDUS) di wilayah masing-masing Dusun Juga yang sudah di Jadwalkan oleh Kecamatan Ledokombo . Usulah-usulan prioritas yang untuk Rencana Kerja Program (RKP) untuk tahun 2017 sudah di prioritaskan oleh masing-masing RW melalui Musdus.”

Dalam sambutannya Sumo, mewakili Camat Ledokombo menyampaikan “Musrenbangdes di wilayah Kecamatan Ledokombo baru kali ini ada desa yang pesertanya sangat maksimal dan antusias dalam Musrenbangdes, meski mengalami keterlambatan kedatangan Undangan beberapa Jam, perwakilan dari berbagai lembaga yang ada di Desa Sumbersalak . Dalam Musrenbangdes ini mari kita bersama-sama diskusi yang kaitannya dengan Rencana Kerja Program (RKP) Tahun 2017 untuk dasar Rencana Program Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Sumbersalak”

“Pemerintah Kabupaten Jember mengalokasikan dana Milyaran untuk Kecamatan Ledokombo yang akan dibagikan 12 desa yang ada di Ledokombo . Sistem pembagiannya juga akan melihat kondisi dan wilayah desa tersebut. Untuk program pembangunan juga harus melihat prioritas usulan, sehingga untuk bisa mengetahui besar kecilnya anggaran yang akan diberikan di tiap-tiap desa. Baru kali ini ada usulan yang sangat lengkap dan bukan hanya yang diusulkan pembangunan fisik tetapi memang harus ada program usulan pembangunan non fisik yang akan bisa mensejahterakan perekonomian keluarga.” Jelasnya.

Untung Supriadi Ketua BPD Sumbersalak menyampaikan dalam sambutannya ”Musrenbangdes ini sudah melewati musdus di tiap-tiap kadus dan rw, yang mengusulkan Rencana Program Kerja yang diusulkan di tingkat Musrenbangdes yang sudah diprioritaskan oleh masing-masing RW. Setelah ini akan dilanjutkan ke Musrenbang Di kecamatan Ledokombo . Pogram yang diusulkan dalam bentuk fisik maupun non fisik ini yang sangat diharapkan. Tahapan-tahapan ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang ada.”

Hadir juga dalam acara tersebut direktur tanoker Ledokmbo Dr. Ir. Supohardjo M. Si. Dalam sambutannya dia menyinggung tentang perencanaan desa yang belum tersentuh yakni pembedayaan anak anak yang di tinggal kedua orang tuanya untuk merantau ke luar daerah, “ meraka butuh perhatian khusus dari desa, oleh sebab itu saya berharap kepada pemerintah desa untuk mengalokasikan dana untuk anak anak buruh yang ditinggal kedua orang tuanya, dan kepada siswa sumbersalak yang berprestasi.” Kata Supo yang Akrab di sapa Lek Hang ini.

“ Selama ini pemerintah desa hanya vokus kepada pembangunan sarana dan prasarana saja, tidak memperhatikan kondisi warganya, oleh sebab itu saya harap ada pengalokasian khusus untuk pemberdayaan keluarga terutama keluarga yang sangat Miskin.” Tambahnya

Kemudian acara tersebut di lanjutkan dengan sidang komisi, sidang tersebut di bagi menjadi tiga sidang komisi yaitu Komisi A membahas Pembangunan Desa, Komisi B Membahas sarana dan prasarana dan Komisi C Membahas pemberdayaan Masyarakat. Yang kemudian hasil dari sidang komisi tersebut akan ditindak lanjuti di musrenbang di kecamatan Ledokombo tanggal 15 Februari nanti. Iwan

Untuk lebih ingin jelasnya about desa Sumbersalak Pliss Visit www.iwanjoyo.blogspot.com








Rabu, 06 Januari 2016

“ Warga Desa sumbersalak Kec. Ledokombo kaya air, Irigasi Sawah Saja Pakai Air Minum “


Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kab. Jember  dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya air. Kualitas air yang dimiliki oleh Desa Tersebut terbilang sangat bagus sehingga menarik minat para investor untuk datang dan mendirikan pabrik makanan dan minuman di wilayah ini.
Hal itu dinyatakan oleh Pakar Hydrologi yang juga Mahasiswa  S2, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Gunawan Wibisono.
“Sumbersalak ini kaya sumber daya air dibandingkan daerah-daerah lainnya. Saking kayanya, istilahnya orang sikat gigi aja pakai air Aqua . Selain itu, irigasi sawah di sejumlah wilayah di Desa Sumbersalak juga menggunakan mutu air yang sangat bagus. Bahkan terlalu bagus menurut saya,” ujar Putra daerah tersebut.


Dijelaskannya, kekayaan sumber daya air yang dimiliki oleh Didesa Sumbersalak kerapkali tidak disadari betul oleh warga sekitar sehingga tak jarang mereka membuang secara mubadzir air tersebut. Sementara, pihak investor dari luar daerah justru berbondong-bondong untuk mendirikan pabrik makanan dan minuman di beberapa wilayah Kabupaten Jember.
“Harus dimulai sekarang untuk menyadarinya. Kalau hanya untuk irigasi kan gak perlu pakai air seperti itu (layak minum). Cukup air biasa,” tambahnya.

Untuk diketahui, pengambilan air Tanah untuk keperluan irigasi ini kerap dilakukan secara illegal drilling terutama di beberapa wilayah dibeberapa wilayah . (Iwan)

Selasa, 29 Desember 2015

5 Air Terjun Di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember Yang Wajib Di Kunjungi



Jika anda masih bingung untuk mencari liburan keluarga terutama di musim libur seperti saat ini, anda bisa mencoba mengunjung beberapa lokasi air terjun di pinggiran kota jember terutama di kecamatan ledokombo sekitar 30 Km ke arah timur pusat Kota Jember dengan lama perjalanan 50 Menit




1.      1. Air Terjun Damar Wulan I (Pertama)  Atau NIAGARA Mini
Air terjun Damar wulan I
Terletak Di Dusun Salak Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo 30 Km kearah Timur dari Pusat Kota Jember dengan perjalan kurang Lebih 1 Jam. Air terjun ini juga disebut dengan sebutan Niagara Mini (Litle Nigara) . Meneurut cerita masyarakat yang berkembang, bahwa air terjun tersebut merupakan Petilasan Damar Wulan Seorang Tokoh ksatria Dari Kerajaan Majapahit yang mampu mengalahkan keganasan Prabu Minak Jinggo dari Kerajaan Blambangan Banyuwangi. Di sekitar air terjun terdapat pemandangan persawahan yang sangat luas, dan  meyerupai pemandangan alam yang ada di Ubud Bali . Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 5 meter ini punya pemandangan luar biasa. Pada hari hari biasa Air terjun ini dikunjungi oleh ratusan Pengunjung, lebih lebih jika  saat liburan, pengunjung melonjak drastis. Dan perlu diketahui bahwa lokasi parkir kendaraan khususnya Roda Dua sangat dekat dengan lokasi 

2.      Air Terjun Damar Wulan II (Dua)
Air terjun Damar Wulan II
Keunikan air terjun ini adalah Lebih tinggi dari Air terjun Damar Wulan ke I. Jika  akan berkunjung air terjun tersebut harus berjalan kaki kurang lebih 200 Meter dari Air terjun sebelumnya, dan akan melewati medan yang sedikit sulit dengan beberapa jalan yang sedikit terjal. Sesampai di lokasi air terjun tersebut anda akan disapa dengan hawa sejuk keindahan panorama airterjun tersebut. Kelebihannya di air terjun tersebut diapit oleh beberapa diding batu  cadas dan sangat bagus untuk berphoto selfie.

3.      Air Terjun Anjasmoro
Air terjun Anjasmoro Sumbersalak
Air terjun Anjasmoro ini mempunyai keunikan tersendiri yakni memiliki beberapa Tingkat dan lebih tinggi dari air terjun sebelumnya. Air terjun ini terletak berdampingan dengan air terjun damar wulan  kedua yang hanya di batasi Oleh perkebunan milik warga sekitar. Jika pengunjung akan menuju  ke lokasi ini harus berjalan kaki kira kira 500 Meter. Air terjun ini di bilang Alami karena masih terdapat banyak tumbuhan Liar dan banyak beberapa tumbuhan pohon Bambu. dan paling cocok bagi para wisatawan untuk penggila  foto, dan tersedia spot spot foto yang bagus.... sooo Kunjungi dech...

4.      Air Terjun Antrokan Kuda Putih
Air Terjun Antrokan Sumberlesung
Air terjun Kuda Putih  terletak di Desa Sumberlesung  Kecamatan Ledokombo. 24 Km kearah Timur dari Pusat Kota Jember.  Airnya berasal dari sungai-sungai yang terdapat dihulu  dan jika akan mengunjungi air yang memiliki ketinggian 20 meter tersebut diperlukan stamina yang Ekstra karena akan melewati tanjakan yang agak sedikit Ekstrim. Tapi ketika sampai di lokasi tersebut rasa capek dan lelah terbayar dengan Keindahan air terjun tersebut. Kelebihan air terjun tersebut adalah terdapat Goa di pinggiran air tersebut.
Menurut cerita masyarakat, Konon air terjun tersebut terdapat beberapa Kuda putih  milik seorang tokoh kharismatik di daerah tersebut






5.       Air Terjun Sumber Gadung
 Air Terjun Sumbergadung (Photo By Endy Eko P.)
Air terjun setinggi 10 meter dengan lebar 2  meter terbelah menjadi dua bagian yang letaknya berdampingan atau  pengunjung menyebutnyanya air terjun pengantin karena letaknya airnya berdampingan.   Terletak di Desa Slateng  40 Km dari Pusat Kota Jember ini memberikan daerah yang luas bagi pengunjung untuk menikmati curahan air yang sejuk dan alami, terdapat berepa perkebunan dan persawahan milik warga sekitar  Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung bisa menikmati keindahan Hutan Pinus Milik Perhutani Jember








Kamis, 24 Desember 2015

KOMUNITAS TANOKER LATIH MANTAN TKW RACIK JAMU TRADISIONAL




“Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional ini  sangat bermanfaat bagi Ibu Ibu Mantan TKW  karena menambah ketrampilan bagi kami serta bisa dijadikan sebagai Home Industri dalam rangka menuju Desa Wisata Di Kecamatan Ledokombo .”
(Ibu Enni – Mantan TKW)
Menteri Pendidikan RI Anis Baswedan berkunjung ke stand


Indonesia sangat kaya akan spesies tanaman dan tumbuhan yang memiliki khasiat terhadap kesehatan. Ribuan spesies tumbuhan ada di Indonesia dan di antaranya termasuk dalam tumbuhan yang berkhasiat. Beberapa  spesies telah dimanfaatkan oleh industri jamu tradisional. Dusun karang Anyar Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember , merupakan desa yang kondisi alam sekitarnya masih segar dan hijau serta menyimpan kekayaan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Dan bisa di manfaatkan oleh  Mantan Buruh Migran Indonesia  dengan dampingan Komunitas Tanoker Ledokombo  yang terbentuk di desa tersebut.
Karena potensi dan kekayaan alam inilah Komunitas Tanoker Ledokombo  memberikan pelatihan Pembuatan Jamu Kepada Beberapa Ibu ibu mantan Buruh Migran, agar semakin tahu cara memanfaatkan tanaman herbal Serta mendirikan lapangan kerja sendiri (Home Industri)  agar nanti bisa berfikir Ulang untuk menjadi TKW Kembali serta khasiatnya untuk kesehatan yang tersedia di sekitar tempat tinggalnya.
Pelatihan ini merupakan kali pertama dilaksanakan dan dihadiri oleh puluhan Mantan Buruh Migran yang ada di daerah tersebut  yang terselenggara pada 06 - 07 Nopember 2015 silam, bertempat di rumah Ibu Enny . Hadir sebagai fasilitator adalah beberapa pakar serta peneliti yang berkompeten di bidang Pembuatan Jamu yang telah dipersiapkan Oleh Tanoker Ledokombo.
Cicik Farha , salah satu Tim Kreatif Destinasi Desa Wisata yang juga Direktur Tanoker Ledokombo mengungkapkan, membangun indentitas desa wisata sangat penting. Hal ini agar bisa dikenal, baik dalam maupun luar negeri.
“Saya berharap masyarakat lokal mengenali lebih dulu potensi wisata yang ada dan baru kemudian dengan potensi yang ada tersebut lalu dikembangkan dan dikenalkan keluar. Jika ada orang yang mau berkunjung masyarakat bisa mengelolanya,” terangnya.
Menurut dia dengan potensi wisata ini bisa berpengaruh pada aspek ekonomi secara siginifikan bagi masyarakat, seperti Pembuatan jamu tradisional…. Karena selama ini masih belum ada desa di kabupaten jember yang menyuguhkan ramuan tradisional. Oleh karena itu saya dan kawan kawan memberikan pelatihan khusus bagi ibu ibu yang purna TKW untuk ikut serta andil dalam pembuatan jamu tradional, disamping itu juga sebagai wadah untuk mempromosikan sebagai desa wisata di ledookombo. Ungkap pendiri Komunitas Tanoker ini.

Oleh karena itu selain pemberian informasi dan pengetahuan seputar obat tradisional, peserta juga diajak untuk melakukan praktek membuat jamu herbal. Ada sepuluh jenis jamu yang dipraktekan yaitu jamu godog, beras kencur, pilis, jahe instan, kunir asem, parem/pilis, jamu masuk angin, jamu galian singset, balsem, jamu kolesterol, jamu anti darah tinggi, dan beras kencur instan yang bahan-bahannya diambil dari lingkungan sekitar kelompok.
Setelah itu, peserta dipupuk harapannya agar dapat terus memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional dengan diberikan pemahaman bahwa pelayanan kesehatan tradisional.
Ciciek, berharap dengan diadakannya pelatihan itu setiap anggota kelompok dapat lebih mengenali tanaman herbal yang tersedia di lingkungan tempat tinggal. Selain itu dari praktek yang dilakukan, setiap kelompok diharapkan dapat meraciknya menjadi obat tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat yang membutuhkan di samping anggota kelompok sendiri. Selain itu, pelatihan ini juga dalam rangka mengidentifikasi potensi tanaman herbal di Desa Sumbersalak yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk pembentukan usaha kolektif dalam rangka pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan. (Iwan)










Minggu, 20 Desember 2015

Waterfall DAMAR WULAN Harus Dikelola


LEDOKOMBO– Penemuan air terjun (waterfall) yang dinamakan Damar Wulan  di aliran Sungai dampar , Dusun Salak Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember , menjadi perhatian pemerintah setempat. Mengingat, keindahan air terjun kedua air terun tersebut yang memiliki ketinggian berfariasi yakni 7 Meter dan 15 Meter yang tempatnya berdekatan dengan air terjun yang satunya,  memang mempesona. Kasun Salak  Hadi Rakasiwi, menuturkan, penemuan air terjun tersebut membuat banyak pihak terkesima, Terutama kauwula muda dan beberapa pelajar yang sudah mengunjungi Air Terjun tersebut… seakan ada maghnet tersendiri supaya para pengunjung betah dan bolak balik untuk mengunjungi air terjun yang disebut sebagai Niagara Mini ini . Ungkap Tokoh masyarakat ini yang juga ikut serta membersihkan air terjun Damar Wulan Ini
Mengingat, air terjun tersebut memiliki banyak keistimewaan lebih jika dibandingkan air terjun lain. ‘’Ini aset besar,” ungkap Hadi Rakasiwi  kepada Penulis . Menurut dia, air terjun tersebut memiliki prospek cerah bagi masyarakat sekitar. Sebab, adanya air terjun tersebut bisa mengundang banyak pengunjung. ‘’Air terjun itu diibaratkan mutiara terpendam,’’ sanjungnya.
Karena itu, pihaknya akan berupaya agar air terjun tersebut dikelola dengan baik. Salah satunya dengan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk mencari solusi agar air terjun tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. ‘’Jika nanti ramai, kuliner akan tumbuh di sekitar air Terjun  itu,’’ paparnya. Dia mengungkapkan, bahwa lokasi air terjun Air Terjun Damar Wulan  tersebut sangat Mudah Dijangkau oleh kendaraan Roda karena Langsung Menuju Kelokasi Air Terjun.
Sementara itu, lokasi air Damar Wulan tersebut tidak terlalu jauh. Yakni sekitar 300 meter dari permukiman warga. Rute yang dilalui adalah jalan dengan lebar sekitaran 1,5 Meter, untuk menjangkau lokasi air terjun bisa diakses Dengan kendaraan roda dua. Namum jika akan menuju ke air terjun yang nomor 2 Pengunjung Melalui dengan berjalan kaki mengingat rute tersebut sedikit terjal harus melewati perkebunan dengan jarak 100 Meter dengan air terjun yang pertama.
Selama menempuh Perjalanan, para pengunjung akan disuguhi panorama indah yakni hamparan tanaman Padi yang bertingkat yang tak kalah dengan pemandangan sawah yang ada di ubud Bali  dan beberapa sayuran semakin menambah keindahan....IWAN

Senin, 07 Desember 2015

HUTAN PINUS SUMBERSALAK Berburu Foto di Tengah Ketenangan

By. Iwan, Sumbersalak 
Hi,....... jumpa lagi di blog www.iwanjoyo.blogspot.com. Pada sesi sharing kali ini, penulis ingin sharing tentang keindahan alam yang ada Desa Sumbersalak. Pernahkah kalian berkunjung di Desa ini, ternyata di Desa  ini terdapat banyak sekali keindahan alam yang dapat dinikmati.
Secara administrasi Desa Sumbersalak terletak dikecamatan Ledokombo Kab. Jember. Sekitar 35 Km ketimur dari pusat kota Jember

Hutan pinus sebenarnya merupakan kawasan hutan lindung. Di daerah Wisata Alam Hutan Pinus terdapat papan pengumuman untuk yang berkunjung supaya ikut menjaga dan ikut merawat lingkungan. Ketika penulis datang pada beberapa saat yang lalu dan mengunjungi wisata alam ini rumput nya tidak sehijau sebelumnya akan tetapi masih menjadi tempat favorit orang-orang dikarenakan pemandangannya dan tempatnya yang indah
Hutan Pinus Sumbersalak memang populer sebagai lokasi hunting foto bahkan pre-wedding. Deretan pinus yang tumbuh subur teratur tak kalah cantik dengan hutan-hutan yang sering dijadikan lokasi syuting film di luar negeri.
Sumbersalak  di pagi hari tampak lengang, tanpa kendaraan berlalu-lalang. Saat matahari masih bersinar malu-malu dan sebagian orang lebih memilih bergelung di dalam selimut, beberapa anak muda terlihat bersemangat mengayuh sepeda di jalanan perbukitan Di dusun Karang Anyar Desa Sumbersalak  yang naik turun dan mengular. Tanpa bersusah payah mengucurkan peluh Sepeda motor kami, kami pun melalui jalanan serupa pagi ini. Sebuah tanah lapang di tepi jalan menjadi tempat pemberhentian kami. Berseberangan dengan tempat kami mematikan mesin kendaraan, deretan pohon pinus menjulang memenuhi pandangan. Terbayang jika cuaca sedang berkabut, maka suasana hutan-hutan Pacific Northwest dapat dinikmati di Desa sumbersalak Kecamatan Ledokombo
Hutan Pinus Karang Anyar , begitulah bagian dari hutan di kawasan RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Silo  yang ditumbuhi tanaman Pinus Merkusii ini disebut.
Merupakan  salah satu destinasi wisata, hutan di kawasan Kecamatan Ledokombo adalah sebuah tanah tandus yang kemudian direboisasi. Tak hanya pinus, jenis pohon lain seperti mahoni, akasia, kemiri dan kayu putih juga ditanam di lahan yang luasnya kurang lebih 1.000 Ha ini. Kini kawasan Hutan Pinus  terutama bagian yang ditanami pohon pinus tak hanya berfungsi sebagai hutan lindung namun juga dikelola sebagai salah satu tujuan wisata. Tak hanya suasana hutan nan asri yang menarik perhatian banyak wisatawan, keberadaan masyarakat desa setempat yang mengelola getah pinus juga dijadikan sebagai destinasi wisata juga…
Suasana hutan pinus yang selalu disebut-sebut seperti hutan di Forks atau kota-kota kecil lain di Evergreen State dalam film Hollywood menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta fotografi dan penggila selfie. Hingga tak heran hutan pinus ini sering didatangi untuk keperluan fotografi termasuk pre-wedding. Selain view deretan pohon pinus yang mempercantik background foto, ada filosofi menarik tentang pohon pinus sebagai lambang cinta orang Korea. Menurut mereka, pohon pinus yang berbatang tegak lurus adalah simbol cinta yang lurus dan tidak bercabang-cabang. Sedangkan daun pinus yang selalu hijau diibaratkan sebagai cinta yang tak pernah berakhir, Everlasting love
Sementara orang-orang heboh mengabadikan setiap momen dalam jepretan kamera, saya memilih untuk menikmati suasana hutan sambil menyaksikan masyarakat yang panen getah pinus . Gemeresik gesekan daun dan ranting menjadi simfoni alam yang mampu melelapkan semua orang ke dalam khayalan. Suasana tenang di Hutan Pinus Sumbersalak mampu melenyapkan semua beban serta kerumitan yang memenuhi lorong-lorong Pikiran


AYO K ESUMBERSALAK